Kamis, 31 Juli 2014

Cerita Singkat Mahabharata

     Cerita Singkat Mahabharata

     Diceritakan ada dua bersaudara putra seorang maharaja, yaitu Dritarastra danPandu. Dritarastra, si putra sulung, terlahir buta. Karena cacat, menurut kepercayaanHindu ia tidak bisa dinobatkan menjadi raja menggantikan ayahnya. Sebagaigantinya, Pandu si putra bungsu dinobatkan menjadi raja.Dritarastra mempunyai 100 putra yang dikenal sebagai Kurawa, sedangkanPandu mempunyai lima putra yang dikenal sebagai Pandawa. Kelima Pandawa ituadalah Yudhistira, Bhima, Arjuna, Nakula dan Sahadewa. Raja Pandu meninggaldalam usia yang masih muda, ketika anak-anaknya belum dewasa. Oleh sebab itu,meskipun buta, Dritarastra diangkat menjadi raja, mewakili putraputra Pandu.Dritarastra membesarkan anak-anaknya sendiri dan Pandawa, kemenakannya.Ia dibantu Bhisma, paman tirinya. Ketika anak-anak itu sudah cukup besar, Bhismamenyerahkan mereka semua kepada Mahaguru Drona untuk dididik dan diberiajaran berbagai ilmu pengetahuan dan ilmu keprajuritan yang harus dikuasai putraputrabangsawan atau kesatria.Setelah para kesatria itu selesai belajar dan menginjak usia dewasa,Dritarastra menobatkan Yudhistira, Pandawa yang sulung, sebagai raja.Kebijaksanaan dan kebajikan Yudhistira dalam memerintah kerajaan membuatanakanak Dritarastra, terutama Duryodhona putra sulungnya, dengki dan iri hati.Duryodhona bersahabat dengan Karna, anak sais kereta yang sebenarnya putrasulung Kunti, ibu Pandawa, yang terlahir sebelum putri itu menjadi permaisuriPandu.Sejak semula Karna selalu memusuhi Arjuna. Permusuhan Karna denganPandawa diperuncing karena persekutuannya dengan Syakuni. Kedengkian dan irihati Kurawa terhadap Pandawa makin mendalam. Kurawa menyusun rencana untukmembunuh Pandawa dengan membakar mereka hidup-hidup ketika para sepupumereka sedang beristirahat dalam istana yang sengaja dibuat dari papan kayu.Pandawa berhasil menyelamatkan diri dan lari ke hutan berkat pesan rahasiaWidura kepada Yudhistira, jauh sebelum peristiwa pembakaran terjadi.Kehidupan yang berat selama mengembara di hutan membuat Pandawamenjadi kesatria-kesatria yang tahan uji dan kuat menghadapi segala marabahayadan kepahitan hidup. Pada suatu hari, mereka mendengar tentang sayembara yangdiadakan oleh Raja Drupada dari Negeri Panchala untuk mencarikan suami bagiDewi Draupadi, putrinya yang terkenal cantik, bijaksana dan berbudi halus.Sayembara itu diselenggarakan dengan megah dan meriah. Banyak sekaliputra mahkota dari berbagai negeri datang untuk mengadu nasib. Tak satu pun daripara putra mahkota yang semuanya gagah perkasa itu berhasil memenangkansayembara. Tak satu pun kesatria yang mampu memanah sasaran berupa satu titikkecil di dalam lubang sempit di pusat cakra yang terus-menerus diputar. Arjuna yangsaat itu menyamar sebagai brahmana maju ke tengah gelanggang. Semulasayembara itu hanya boleh diikuti oleh golongan kesatria, tetapi karena tidak adakesatria yang mampu memenangkannya, Raja Drupada mempersilakan para priadari golongan lain untuk ikut.Panah Arjuna tepat mengenai sasaran, ia memenangkan sayembara danberhak mempersunting Draupadi. Pandawa membawa Draupadi menghadap DewiKunti, ibu mereka. Sesuai nasihat Dewi Kunti dan sumpah mereka untuk selaluberbagi adil dalam segala hal, Pandawa menjadikan Dewi Draupadi sebagai istrimereka bersama.Munculnya Pandawa di muka umum membuat orang tahu bahwa merekamasih hidup. Dritarastra memanggil mereka pulang dan membagi kerajaan menjadidua, untuk Kurawa dan Pandawa. Kurawa mendapat Hastinapura dan Pandawamendapat Indraprastha. Di bawah pemerintahan Yudhistira, Indraprastha menjadinegeri yang makmur sejahtera dan selalu menegakkan keadilan.Duryodhona iri melihat kemakmuran negeri yang diperintah Pandawa. Iamenyusun rencana untuk merebut Indraprastha dengan mengundang Yudhistirabermain dadu. Dalam tradisi kaum kesatria, undangan bermain judi tidak bolehditolak. Dengan licik Kurawa membuat Yudhistira terpaksa bermain dadu melawanSyakuni yang tak segan-segan bermain curang hingga Yudhistira tak pernah bisamenang.Yudhistira kalah dengan mempertaruhkan kekayaannya, istananya,kerajaannya, saudara-saudaranya, bahkan dirinya sendiri. Setelah semua yang bisadipertaruhkannya habis, Yudhistira yang tak kuasa mengendalikan dirimempertaruhkan Dewi Draupadi, istri Pandawa. Karena kalah berjudi, Yudhistiradan saudara-saudaranya serta Dewi Draupadi diusir dari kerajaan. Merekadiharuskan hidup mengembara di hutan selama 12 tahun, lalu pada tahun ketigabelas harus hidup dalam penyamaran selama satu tahun.Setelah 12 tahun hidup dalam pembuangan, Pandawa hidup menyamar dinegeri Raja Wirata. Yudhistira menyamar sebagai brahmana dengan nama Jayaatau Kanka, Bhima sebagai juru masak dengan nama Jayanta atau Ballawa atauWalala, Arjuna sebagai guru tari yang seperti wanita dengan nama Wijaya atauBrihanala, Nakula sebagai tukang kuda dengan nama Jayasena atau Granthika atauDharmagranthi, Sadewa sebagai gembala sapi dengan nama Jayadbala atauTantripala atau Aistanemi dan Draupadi sebagai dayang-dayang permaisuri rajadengan nama Sairandhri.Setelah tiga belas tahun mereka jalani dengan penuh penderitaan, Pandawamemutuskan untuk meminta kembali kerajaan mereka. Perundingan dilakukandengan Kurawa untuk mendapatkan kembali Indraprastha secara damai. Sayang,perundingan itu gagal karena Duryodhona menolak semua syarat yang diajukanYudhistira. Kemudian kedua belah pihak berusaha mencari sekutu sebanyakbanyaknya.Raja Wirata dan Krishna menjadi sekutu Pandawa, sedangkan Bhisma,Drona, dan Salya memihak Kurawa.Setelah semua usaha mencari jalan damai gagal, perang tidak bisadihindarkan. Dalam pertempuran di padang Kurukshetra, Arjuna sedih melihatbagaimana sanaksaudaranya tewas di hadapannya. Arjuna ingin tidak berperang. Iaingin meletakkan senjata. Untuk membangkitkan semangat Arjuna danmengingatkan dia akan tugasnya sebagai kesatria, Krishna, sebagai pengemudikeretanya, memberi nasihat mengenai tugas dan kewajiban seorang kesatria sesuaipanggilan dharma-nya. Percakapan antara Krishna dan Arjuna itu dimuat dalamBhaga-vadgita.Pertempuran dahsyat antara Pandawa dan Kurawa berlangsung selamadelapan belas hari. Darah para pahlawan bangsa Bharata membasahi bumi padangpertempuran. Bhisma, Drona, Salya, Duryodhona dan pahlawanpahlawan besarlainnya, juga balatentara Kurawa musnah di medan perang itu. Aswatthama, anakDrona, membalas kematian ayahnya dengan masuk ke perkemahan Pandawa dimalam hari. Ia membunuh anak-anak Draupadi dan membakar habis perkemahanPandawa.Pada akhirnya Pandawa memang menang, tetapi mereka mewarisi janda-jandadan anak-anak yatim piatu karena seluruh balatentara musnah. Aswatthamaberusaha memusnahkan Pandawa dengan membunuh bayi dalam kandungan istriAbhimanyu. Berkat kewaspadaan Krishna, bayi itu dapat diselamatkan. Bayi itu lahirdan diberi nama Parikeshit.Setelah perang berakhir, Yudhistira melangsungkan upacara aswamedha dania dinobatkan menjadi raja. Dritarastra yang sudah tua tidak dapat melupakan anakanaknyayang tewas di medan perang, terutama Duryodhona. Walaupun Dritarastratinggal bersama Yudhistira dan selalu dilayani dengan sangat baik, namun pertentanganbatinnya dengan Bhima tidak dapat dielakkan. Akhirnya Dritarastra minta diriuntuk pergi ke hutan dan bertapa bersama istrinya, Dewi Gandhari. Sesuai janjimereka untuk selalu bersama, Kunti menemani Gandhari pergi ke hutan. Dalamsebuah kebakaran hebat yang terjadi di hutan, mereka musnah dimakan api.Kedukaan yang mendalam atas kematian sanaksaudara mereka dalam perangmembuat hati Pandawa tidak bisa tenang. Akhirnya, setelah menyerahkan takhtakerajaan kepada Parikeshit, cucu mereka, Pandawa meninggalkan ibukota dan pergimendaki Gunung Himalaya. Seekor anjing menyertai mereka. Dalam perjalanan kepuncak Gunung Himalaya, satu per satu Pandawa gugur. Roh mereka segeradisambut Indra, Hyang Tunggal di surga.Demikianlah ringkasan kisah epos Mahabharata.